Ummu Nidhal Farhat (Ibu dari As Syahid Muhammad, Nidhal, dan Rhawad). (Bagian 1)

16 02 2012

Gambar

“Wahai anakku, engkau terlahir dari rahimku, hal yang paling termahal yang aku miliki. Bukan hal yang mudah bagi seorang ibu mengorbankan hal yang paling mahal dalam hidupnya, tetapi tidak ada yang lebih mahal dari kemulian Islam, Al Aqsha dan juga Palestina…”

Contoh yang begitu indah dalam pengorbanan dan perjuangan. Bagaikan gunung yang tinggi menjulang, yang butuh ketelitian serta kesungguhan untuk mencapai puncaknya. Simbol keteguhan dalam menghadapi kezhaliman serta penindasan penjajah. Keseimbangan antara cinta, kasih sayang, bimbingan, tarbiyah, keimanan dan tingginya akhlaq serta pemahaman yang menyeluruh terhadap Islam sebagai agama, undang-undang, serta sumber solusi bagi kehidupan. Ummu Nidhal Farhat, seorang yang telah mengantarkan suami, saudara serta anak-anaknya menuju ridha Allah dan Rasul serta wanginya Surga Firdaus.

Banyak orang yang mungkin tidak akan mengerti dengan perjuangan beliau. Terutama mereka yang telah menjadikan diri hanya sebagai hamba dunia serta syahwat. Menjadikan dunia sebagai tempat bermain serta berfoya-foya untuk mengejar kenikmatan belaka. Mereka yang merasa cukup ketika telah mendapat ridha serta pujian dari sesama makhluk walau hal tersebut justru telah menghalalkan murka Allah ke atasnya. Ridha dengan aturan manusia yang dibuat dari hasil coba-coba, penelitian-penelitian kemudian menuju ketidakpastian. Mereka yang memberikan wala dan barra’ kepada makhluk bukan kepada Allah yang menciptakan. Sehingga cahaya al haq tidak sampai ke dalam hidup mereka. Hingga nurani pun sudah tidak mampu lagi untuk membedakan antara haq, batil, halal, haram serta syubhat.

Ummu Nidhal, seorang Istri juga ibu bagi anak-anaknya serta salah satu anggota parlemen Palestina dari fraksi Hamas. “Khansa’ Palestina” julukan yang diberikan umat Islam Palestina kepada beliau. Beliau yang hidup serta menghirup udara negeri yang Allah berkahi yaitu Palestina. Beliau yang telah merasakan kepahitan hidup di bawah kaki penjajah teroris Israel. Dalam darahnya telah mengalir makna jihad serta kecintaan kepada Islam, di jiwanya telah terpatri makna kemulian serta kehormatan yang hanya bisa didapat ketika kita telah menjadikan Islam sebagai tujuan utama hidup.

 Ibu yang sungguh mempunyai ketajaman hati serta ketinggian akhlaqlah yang akan mampu menguatkan langkah kaki anak-anaknya untuk menyongsong Rabbnya. Sejarah mencatat ucapan beliau yang akan kekal abadi ketika akan melepas Muhammad untuk melakukan operasi militer ke kamp pemukiman zionis “Atsimona”.

“Wahai anakku, engkau terlahir dari rahimku, hal yang paling termahal yang aku miliki, dan bukan hal yang mudah bagi seorang ibu untuk mengorbankan hal yang paling mahal dalam hidupnya,tetapi tidak ada yang lebih mahal dari mempertahankan kemuliaan Islam, Al Aqsa dan juga Palestina. Aku menghibahkan dirimu untuk menuju kehidupan yang lebih utama di surga bersama para nabi, rasul, shiddiqin, dan para syuhada. Berangkatlah dengan keridhaan Allah, aku merelakan kepergianmu. Ingatlah bagaimana teroris Israel membunuh dengan kejam bayi-bayi Palestina, Muhammad Durra, Iman Haju’ serta anak-anak lainnya. Buktikan kesetiaanmu kepada negeri tercinta Palestina. Serang dan hancurkanlah Zionis Israel!”

Dengan wasiat dan doa dari Ummu Nidhal, Muhammad berangkat untuk menyongsong syahidnya. Ummu Nidhal juga mempunyai peran yang besar ketika terjadi intifadhah pertama. Beliau telah melakukan tarbiyah serta memberikan kesadaran kepada wanita Palestina untuk tidak segan mengorbankan segala yang paling mereka cintai dalam hidup ini. Beliaulah yang menyediakan rumahnya untuk menjadi tempat yang aman bagi komandan tinggi Hamas Imad Aqil ketika tentara teroris Israel beserta mata-matanya berusaha menangkap serta membunuhnya. Ummu Nidhal juga merupakan  saksi bagaimana As Syahid Imad Aqil menghadapi tentara Zionis hingga syahid memenuhi kewajiban membela Palestina serta Masjid Al Aqsa.

Ummu Nidhal telah meng”hibah”kan ketiga putranya (Muhammad, Nidhal, dan Rhawad) untuk perjuangan membela kemuliaan Masjid Al Aqsa. Beliau juga terus memberikan nasihat agar sabar dalam menjalani ketentuan Allah kepada putra keempatnya yang sekarang mendekam di penjara Zionis Israel. Beliaulah pemilik kata-kata mutiara sebagai ungkapan kecintaannya kepada Allah ketika akan melepas anaknya yang pertama kali syahid , ”Aku malu kepada Allah karena hari ini hanya mampu memberikan satu syahid saja, andaikan aku mempunyai seratus putra niscaya akan aku persembahkan mereka semua untuk menjadi syuhada”.    

Khansa-khansa Palestina telah membuktikan cinta mereka kepada Allah dan Rasul dengan amal serta perbuatan yang nyata. Mereka telah menjadi simbol perlawanan, kesabaran, perjuangan serta pengorbanan dan pembelaan terhadap Islam dan juga masjid Al Aqsa. Sekarang pertanyaannya, apalagi yang ditunggu muslimah, istri, serta para ibu bahkan kaum muslimin yang berada di seluruh dunia untuk membuktikan rangkaian, lantunan, senandung cinta yang akan kita ucapkan di padang masyhar di hadapan Allah dan rasulnya kelak. Apakah masih ada kesempatan buat kita untuk diam termenung, bermalasan, atau berkata kita jauh terpisahkan jarak serta waktu. Hasbiyallah wa ni’mal 

sumber : http://www.eramuslim.com

Iklan




Mujahidin, Mujtahidin dan Khilafah Islamiyah

10 07 2011

Daulah al-Khilafah Sabil al-Kholash

Sebuah Catatan FB Nuim Hidayat

Yang menyerukan pentingnya Khilafah Islamiyah pertama kali dalam bentuk organisasi adalah Imam Hasan al Banna. Sayang ia syahid dalam usia muda 43 tahun (1906-1949). Sayid Qutb meski bukan sebagai Ketua Ikhwan, tapi dia lah yang mensyarah secara detil garis perjuangan Ikhwanul Muslimin. Ia syahid pula (1966). Hingga Taqiyuddin Nabhani melanjutkannya dengan Gerakan Hizbut Tahrir yang menggoncang dunia. Meski demikian kita mesti mengangkat hormat tinggi-tinggi terhadap gerakan jihad yang dirintis Abdullah Azzam di Afghan dan Syekh Ahmad Yasin di Palestina. Dan gerakan jihad menegakkan Islam, memang tidak bisa melepaskan diri dari gerakan fisik, pemikiran dan dana. Gerakan jihad itu juga dirintis di Chechnya, Bosnia, Moro, Pattani, Indonesia dan negeri-negeri Islam lainnya…

Yang menarik kenapa Gerakan Hizbut Tahrir tidak dikenal atau kurang dikenal di dunia Islam? Ya karena gerakan ini dianggap membahayakan para penguasa. Baik para penguasa di negeri-negeri Islam maupun penguasa-penguasa Barat. Buku-buku Nabhani dilarang di Timur Tengah ketika gerakan ini aktif tahun 50-an dan seterusnya. Para aktivis-aktivisnya harus sembunyi-sembnyi mengedarkan buku-buku Nabhani. Bila buku Sayid Qutb oleh intelektual-intelektual Barat diserang habis isi dan karakter pribadinya, maka buku-buku Nabhani sama sekali tidak dianggap atau diangkat oleh para orientalis ini. Karena mereka tahu, bila buku-buku Taqiyudin diangkat, maka orang-orang akan penasaran dan ingin membacanya. Buku-buku karyanya -sebagaimana buku Sayid Qutb, Hasan Al Banna dan Abul A’la al Maududi– mempunyai pijakan dalil dan argumentasi yang kuat. Dan kelebihan Taqiyudin adalah pemkiran politik Islamnya yang kuat. Ia menguasai betul pemikiran-pemikiran politik Barat dan aksi-aksinya dan menguasai pemikiran politik Islam sejak Rasulullah saw merintis dakwahnya pertama kali di Mekkah hingga mendirikan daulah Islamiyah di Madinah sampai berdirinya Khilafah Utsmaniyah dan kehancurannya. Kelebihan lainnya, adalah kitab-kitabnya memuat panduan yang mudah dan menyeluruh bagi para aktivis Islam untuk mengkaji dan meyakini bahwa Islam lah satu-satunya ideologi yang layak untuk memimpin dunia. Islam lah satu-satunya agama/ideologi yang layak untuk memimpin umat manusia. Selain Islam adalah ideologi semu dan penuh dengan kelemahan. karena Islam adalah agama para Nabi dan agama wahyu. Selain Islam, hanyalah agama buatan manusia. Dan Rasulullah saw sebagai Nabi terakhir telah membuktikan kemukjizatan Al Qur’an ini sepanjang hidupnya. Wallaahu aliimun hakiim

ddii, cipayung, 4 juli 2011

link : http://www.facebook.com/notes/nuim-hidayat/mujahidin-mujtahidin-dan-khilafah-islamiyah/10150357241324992





Tidak Pernah Terlambat untuk Meraih Sukses

8 07 2011

“Maka apabila telah seleseai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”
(QS. Alam Nasyrah : 7 – 8 )

Sukses Harus Segera Diraih

Berapa usia anda sekarang? Bisa saya pastikan belum ada yang mencapai delapan puluh tahun saat membaca tulisan saya ini. Apakah anda telah menjadi orang yang sukses pada usia anda sekarang? Jika anda merasa belum sukses, jangan khawatir dan jangan pernah berputus asa. Ternyata sukses bukan masalah usia. Dia bias datang pada usia muda atau usia tua.

toyo-shibata

toyo-shibata

Toyo Shibata jelas tidak lagi muda. Pada usianya yang hamper 100 tahun, perempuan Jepang itu memunculkan buku kumpulan puisi, dan baru pertama kali itu pula ia menerbitkan buku. Tidak dinyana, buku berjudul Don’t Be Frustated tersebut laris manis. Sampai dengan Desember 2010 kemarin, telah menembus angka penjualan 1.500.000 eksemplar. Sangat fantastis. Sementara di Jepang, buku puisi disebut sukses jika sudah mancapai 10.000 eksemplar.

Buku perdana Toyo Shibata berhasil masuk The 10 Best Seller 2010versi Touhan, penerbit buku terbesar di Jepang. Uniknya, ia baru mulai menulis saat usia 92 tahun.Luar biasa, benar-benar nenek yang produktif. Usia tidak menghalanginya berkarya dan bekerja meraih sukses. Padahal kita lihat banyak orang tua di sekitar kita yang sudah tidak berpikir lagi untuk menghasilkan karya besar. Bahkan banyak juga anak muda yang tidak memiliki keinginan kuat untuk sukses dan memilki karya monumental.

Toyo Shibata menjadi contoh bahwa kesuksesan bisa diraih pada usia berapapun.ia menjadi ikon bahwa menulis bisa dilakukan kapan saja, pada usia berapa saja. Ia membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk berkarya dan berprestasi gemilang. Benar-benar pesan kuat, bahwa tidak terlambat untuk meraih sukses dan terkenal. Kita semua belum pernah mendengar nama Toyo Shibata sebelulm ini. Justru kita mengenal namanya saat ia berusia 99 tahun dan bersiap menyambut usia genap 100 tahun.

Mbah Surip Tak Muda Lagi

Kita juga ingat musisi fenomenal Urip Ariyanto yang lebih terkenal denga nama Mbah Surip. Lagu Tak Gendong melejitkan namanya, dan sampai menjadi berita yang menghangatkan dunia hiburan Indonesia. Ia lahir tahun 1949, setelah mengalami berbagai jenis pekerjaan, tahun 1979 mulai hijrah ke Jakarta. Mbah Surip sebenarnya sudah banyak melahirkan album, seperti “Ijo Royo-royo” (1997), “Indonesia” (1998), “Reformasi” (1998), “Tak Gendong” (2003) dan “Barang Baru” (2004). Album ini bukan dirilis perusahaan music, tapi direkam dan diedarkan sendiri. Distribusinya bukan dari Disc Tara atau toko musik terkenal lain, tapi melaui warung dan toilet umum di seputar Blok M dan Ancol. Baru pada April 2009, perusahaan rekaman Falcon memilih 10 lagu Mbah Surip, termasuk “Tak Gendong” dan “Bangun Tidur”, lalu melemparnya ke pasar, dan ternyata langsung meledak. Usianya sudah 60 tahun saat menjadi popular dan sukses. Ia menjadi selebritis mendadak, diundang di berbagai kegiatan dan forum. Diwawancara berbagai stasiun televise, radio, majalah dan koran. Lagunya dinyanyikan sejak anak kecil sampai orang tua. Ucapan “I Love You Full” menjadi bahasa yang ditirukan banyak kalangan.

Walaupun hanya sebentar menikmati masa sukse, namun ada pesan yang kuat tertangkap oleh kita, bahwa sukses tidak mengenal usia. Mbah Surip sudah tua saat terkenal. Ia tidak terkenal saati berusia 20 atau 30 tahun. Lagu Tak Gendong yang sudah dirilis pada tahun 2003, baru meledak setelah dirilis ulang pada tahun 2009. Konon, ia berhak mendapatkan royalty 4,5 Milyar Rupiah dari album Tak Gendong yang dirilis tahun 2009. Jelas uang yang tak pernah dibayangkan Mbah Surip sepanjang hidupnya. Ternyata sukses tidak mengenal usia.

Kolonel Sanders ; Kakek Tua yang Pantang Menyerah

Kita juga mengenal Kolonel Harland Sanders, pendiri Kentucky Fried Chicken. Sanders lahir di tahun 1890. Ia telah melakukan banyak pekerjaan sebelum menjadi sukses denga KFC-nya. Pernah menjadi tukang parker pada usia 15 tahun di New Albany, kemudian usia 16 tahun menjadi tentara yang dikirm selama 6 bulan di Kuba. Setelah itu ia menjadi petugas pemadan kebakaran, pegawai asuransi, operator kapal fer, penjual ban, dan operator bengkel. Sanders sampai belajar ilmu hukum melalui korespondensi dan mempraktikkannya dalam dunia pengadilan. Pada usia 40 tahun Kolonel mulai memasak untuk orang yang bepergian yang singgah di bengkelnya di Corbin.

Percaya diri dengan kualitas ayam goringnya, Kolonel membuka usaha waralaba yang dimulai tahun 1952, Ia pergi jauh menyebrangi Negara bagian dengan mobil dari satu restoran ke restoran lainnya, memasak sejumlah ayam untuk pemilik restoran dan karyawannya. Jika reaksi yang terlihat bagus,ia menawarkan perjanjian untuk mendapatkan pembayaran dari setiap ayam yang laku terjual. Inilah kegigihan Kolonel Sanders. Dia memulai suksesnya di usia 60 tahun, saat tidak memiliki uang sepeserpun kecuali dari tunjangan hari tuanya sebagai pensiunan tentara.

Dia memiliki keahlian dalam memasak, dia tawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Akhirnya restoran yang ke- 1.008 menerima resepnya tersebut, dan kini Kentucky Fried Chicken telah tersebar di lebih dari 80 negara di dunia. Ya, tak ada kata terlambat untuk menjadi sukses dan terkenal. Di usia 66 tahun memulai usaha besar, dan ternyata Sanders mendapatkan tempat di dunia makanan. KFC menjadi cita rasa makanan orang di berbagai Negara.

Bagi manusia yang religius, sukses adalah sebuah keinginan dan cita-cita terbesar dalan kehidupan. Kita ingin mendapatkan sukses di dunia dan sukses di akhirat. Kita ingin bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Jika hanya mengejar sukses dunia saja, kita akan merugi kelak di akhirat. Contoh-contoh yang saya tulis di atas tentu saja adalah sukses menurut ukuran dunia. Bagaimana orang-orang melakukan aktivitas kehidupan yang bisa membuatnya menjadi sukses dalam kehidupan. Bahkan pada usia yang sudah tua sekalipun, sukses bisa diraih.

Sukses Dunia Akhirat

Kita tidak memisahkan jalan antara sukses dunia dengan sukses akhirat, karena itu berada di jalan yang harus sama, agar tidak perlu menempuh dua jalan yang berbeda untuk bisa sukses pada keduanya. Allah telah memrintahkan manusia agar selalu bekerja keras, bekerja serius, dengan mengoptimalkan segenap potensi dan waktu yang dimiliki : “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (Alam Nasyrah : 7 – 8).

Allah menghendaki agar semua waktu kita produktif, tidak ada yang tersia-siakan. Bersambung antara satu kegiatan denga kegiatan berikutnya, antara satu usaha denga usaha berikutnya. Jangan membiarkan diri manja dna cengeng dengan meratapi kondisiyang tidak sesuai harapan, sampai menghabiskan waktu hanya untuk menangisi nasib yang belum berpihak kepada dirinya. Tidak mengenal usia, semua waktu harus bermanfaat dan teroptimalkan untuk membuat karya. Namun di semua usaha kita ujungnya adalah harapan besar kepada Tuhan.

Inilah jalan sukses itu. Kesungguhan, kegigihan, dan keeriusan dalam perjuangan untuk melakukan aktivitas terbaik pada setiap waktu yangkita lewati. Tikda mudah mengeluh, tidak mudah kecewa, tidak berputus asa dari kebaikan. Jika di masa muda belum merasa menemukan kesuksesan, bukan alas an untuk menutup lembar kehidupan dengan mengatakan “Sudah selsesai sejarahku. Tidak mungkin aku menjadi orang sukses”. Ini pikiran dan jiwa pesimistis yang harus dibuang.

Selama kita masih diberi waktum semua peluang dan kesempatan sukses selalu terbuka. Tinggal kita mengolah potensi dan mengambil kesempatan yang terbuka tersebut untuk meraih sukses. Kewajiban manusia hanyalah berusaha, melakukan yang terbaikm sembari terus berdoa. Allah yang akan memberikan kesuksesan bagi kita. Jangan pernah menyerah untuk mendapatkan suses. Sesaat sebelum meninggalnya pun, seorang bisa meraih sukses.

Sumber : Oase Edisi 17/2011 oleh : Cahyadi Takariawan